Bagaimana Bahagia di Tahun 2017 (part 7) – Ps. Philip Mantofa

Matius 5 : 9 Bagaimana Bahagia dalam Melayani.

Membawa damai bukan hanya melerai orang yang sedang bertengkar, tapi membawa misi yang lebih tinggi dari keinginan pribadi kita.

2 Korintus 5 : 18-20

Seharusnya orang Kristen yang dekat dengan kita jadi berdamai dengan Tuhan,  bukan sebaliknya. Hanya dengan taat saja kita bisa berdampak untuk sekeliling kita walaupun kita tidak berbuat apa-apa.

Lalu bagaimana caranya bahagia dalam melayani? Melayani akan dengan sukacita hanya jika kita bersyukur atas keselamatan yang telah kita terima.

1. Melayani untuk Kemuliaan Allah Bapa. Ini sebagai wujud syukur kepada Allah. Everything We Do, We Do It for Him.

1 Petrus 4 : 10-11

Pelayanan itu bukan what tapi who. Pelayanan itu bukan posisi, tapi untuk siapa kita melayani. Melayani untuk Yesus. Melayani adalah pilihan hati.
2. Melayani dalam kasih persaudaraan

Roma 12 : 10-11

Melayani baru bahagia jika kita dalam komunitas. Kita adalah anak-anak Allah, sehingga kita tidak bisa sendirian. The Joy of Sonship/Brotherhood.

Jika kita pernah melakukan kesalahan, justru jangan lari dari Gereja karena kita akan makin jauh. Tetap melayani, jangan berhenti.

Melayani tidak akan menyelesaikan masalah finansial atau kesehatan kita. Melayani akan menyelesaikan hati kita. Dan hati kita akan menyelesaikan masalah kita.

Kesempatan melayani selalu ada dimana-mana, kita hanya perlu sensitif.

3. Melayani dengan beban bagi yang terhilang kembali kepada Tuhan.

Saya merindukan sebuah gereja yang jika ada jiwa maju ikut senang, bahagia seperti anak sendiri, yang memiliki communal joy.

Yesaya 52 : 7

Roma 10 : 14-15

Ketika hati kita bahagia melayani Tuhan, maka malaikat-malaikat Tuhan akan melayani kita.

Amin

Advertisements