Fearness of a Leader – Ketakutan Seorang Pemimpin

Joshua 7 – 9
Seorang pemimpin, seberapa hebatnya ia, sekuat apapun ia pasti pernah memiliki rasa takut, rasa khawatir saat menjalankan misinya. Begitu pula Joshua, walaupun ia seorang yang diberkati oleh Tuhan tetap saja ia seorang manusia, ia pun memiliki rasa takut.

Ay.4 – Setelah pasukan Israel (3000 orang) dipukul mundur oleh Bangsa Ai. Mereka menjadi tawar hati, putus asa, merasa tidak memiliki harapan. Begitu pula Joshua, tiba-tiba ia merasa takut. Takut kalau-kalau kekalahan dari Bangsa Ai ini terdengar oleh Bangsa-bangsa lain di Kanaan maka mereka dengan mudah membinasakan Israel. Joshua merasa gentar dan tidak percaya akan kekalahan itu.

Namun mari kita lihat sikap Joshua : Ay.6 – Ia mengoyakkan pakaiannya, sujud dengan muka sampai ke tanah di depan tabut Tuhan sampai petang. Ditengah kondisi itu ia tidak lantas berdiam diri mengeluh, bersedih hati, depresi, ia justru berlari menghadap Tuhan, Ia mengadu ke Tuhan. Dan lihatlah… Tuhan memberikan jalan keluar akan masalahanya.

Seringkali kita saat menghadapi pergumulan kita sibuk sendiri, pusing sendiri, sakit kepala, gastritis/sakit maag, stress. Kita tidak berlari menghadap/mengadu kepada Tuhan. 

Atau mungkin kita sudah mengadu kepada Tuhan tapi kita tidak mendapatkan jalan keluarnya. Kalau itu yang terjadi mari kita introspeksi, apakah kita tidak tuli/buta rohani? Apalagi itu tuli/buta rohani? Artinya kita yang tidak dapat mengenali suara Tuhan / tidak dapat melihat/mengenali jalan Tuhan.

Bagaimana cara mengatasinya ? Membangun hubungan intim dengan Tuhan.(titik) Dan itu adalah PR kita sebelum kita menghadapi pergumulan.

Rhema hari ini adalah :

  1. Saat menghadapi pergumulan, selalu berlari menghadap Tuhan.
  2. Bangun hubungan dengan Tuhan setiap saat, di setiap aktivitas agar kita mengenal suaraNya, mengenal jalanNya untuk kita.

God Bless You.

#iLoveMyBible

Advertisements