Hari ke-22 : 6 Leadership Lessons from Moses

Keluaran 16 – 18

Pada fase awal setelah bangsa Israel menyeberangi Laut Teberau ada beberapa peristiwa yang bisa kita jadikan pembelajaran terutama pelajaran Kepemimpinan (Leadership).

Ada 6 pelajaran yang saya tangkap dari ketiga pasal ini :

1. Seorang pemimpin harus dapat menerjemahkan visi menjadi teknik-teknik/implementasi.

Pada kisah tentang Manna, Musa memberikan instruksi-instruksi menindaklanjuti perintah Tuhan. Seringkali di dalam pekerjaan kita tidak diberikan detil apa yang harus kita kerjakan. Jika kita ingin berhasil maka tugas kitalah menterjemahkan visi menjadi misi, dan misi menjadi strategi-strategi, program kerja, untuk menjalankan misi dan mewujudkan visi tersebut. Milikilah visi Tuhan dalam kehidupan kita.

2. Seorang pemimpin memerlukan seorang Mentor.

Musa walaupun dibesarkan dalam keluarga Kerajaan Mesir tidak lantas menguasai ilmu kepemimpinan. Apalagi yang berhubungan dengan hal-hal supranatural dalam memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan melintasi padang gurun. Dalam segala pergumulannya ia senantiasa mencari Tuhan yang juga senantiasa memberikan pertolongan memberikan solusi dan jalan keluar. Marilah kita juga meniru Musa yang menempatkan Tuhan sebagai mentor di dalam setiap pergumulan di hidup kita.

3. Seorang pemimpin pasti akan menghadapi penolakan-penolakan.

Bukan cuma sekali Musa menghadapi penolakan. Bukan hanya dari Firaun melainkan juga dari bangsa Israel sendiri. Setiap orang yang ingin sukses apalagi yang saat ini menjadi pemimpin baik formal maupun informal harus siap menghadapi penolakan. Senantiasa percaya akan visi Tuhan dalam hidup kita akan membuat kita kuat bertahan menghadapi setiap penolakan itu.

4. Seorang pemimpin adalah representatif tim yang dipimpinnya.

Seorang pemimpin adalah juga perwakilan timnya. Musa senantiasa mewakili bangsa Israel untuk berbicara kepada Tuhan. Musa yang menghadap Tuhan jika bangsa Israel menghadapi pergumulan. Melalui Musa jugalah Tuhan berbicara kepada bangsa Israel. Sebagai pemimpin kita mempunyai tanggung jawab yang sama seperti Musa.

5. Seorang pemimpin harus dapat mengorganisasikan dan mendelegasikan pekerjaan-pekerjaannya ke timnya.

Lihatlah pesan Yitro mertua Musa, bahwa tidak mungkin segala sesuatunya diselesaikan oleh Musa, sang pemimpin. Ia menyarankan Musa untuk menunjuk perwakilan-perwakilan yang akan mengerjakan tugasnya di level bawah. Demikian pula kita sebagai pemimpin juga harus dapat membagi peran/tugas, mendelegasikan kepada anggota tim. Agar strategi yang telah ditetapkan dapat diselesaikan dengan baik.

6. Tugas utama seorang pemimpin adalah Directing dan Coaching.

Setelah membagi tugas, maka seorang pemimpin harus mengarahkan dan mementori timnya. Agar mereka dapat mengerjakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Itulah yang saya dapatkan saat membaca ketiga pasal ini. Sungguh luar biasa Alkitab ini, Amazing Book ! Ayo, mari tingkatkan semangat untuk membaca Alkitab setiap hari.

#iLoveMyBible

Advertisements