Hari ke-13 : Career Path – Meniti Karir Bersama Allah.

Kejadian 37 – 39

Cerita tentang Yusuf adalah cerita yang sangat diketahui oleh kita. Sejak kecil di sekolah minggu atau pada saat pelajaran agama, cerita tentang Yusuf senantiasa menjadi salah satu topik.

Biasanya, yang kita pahami adalah bahwa Yusuf sangat dikasihi Yakub, Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya, Yusuf di rumah potifar, Yusuf dipenjara, Yusuf menafsirkan mimpi, dan Yusuf menjadi orang ke-2 setelah Firaun di Mesir.

Sekarang mari kita lihat Yusuf dari sudut pandang perjalanan karirnya.

Yusuf adalah anak Yakub yang ke-11. Ibunya Rahel, istri ke-2 Yakub yang sangat ia cintai melebihi istri pertamanya (tentunya kita tahu kisah cinta ini). Yusuf juga merupakan anak kesayangan Yakub, sampai ia membuatkan sebuah jubah maha indah istimewa khusus untuk Yusuf.

Yusuf adalah seorang yang polos, lugu. Dikatakan di Pasal 37 ayat ke-2 bahwa ia suka menyampaikan kejahatan saudaranya kepada ayahnya. Apakah Yusuf tukang ngadu? Saya pikir tidak, saya justru melihat ia seorang yang polos, lugu, dan suka bercerita. Mungkin saja ia suka bercerita kepada ayahnya aktivitas-aktivitasnya bersama saudara-saudaranya, dan bisa saja terceritakanlah kejahatan saudara2nya itu kepada ayahnya.

Yusuf dibenci oleh saudara-saudaranya. Benci yang berasal dari cemburu, iri hati karena Yakub lebih mengasihi Yusuf. Karena Yakub pilih kasih. Namun sayangnya Yusuf lah yang menjadi korban. Bukan ia yang menginginkan untuk dikasihi lebih tapi itu membuatnya dibenci oleh saudara-saudaranya.

Yusuf menyayangi saudara-saudaranya, ia tidak pernah berpikiran negatif kepada saudara-saudaranya. Lihat saja pada saat dengan polosnya ia bercerita tentang mimpinya kepada saudara-saudaranya. Ia hanya bermaksud cerita atas mimpinya yang aneh mungkin. Namun karena pikiran saudara-saudaranya sudah dilingkupi hal yang jahat maka mereka berpikir negatif tentang Yusuf. Ia terlalu sayang dengan saudara-saudaranya sehingga tidak mempedulikan sikap ketus, tidak ramah yang ditunjukkan oleh mereka.

Cerita berlanjut sampai Yusuf dijual ke rumah Potifar, seorang pengawal Firaun  (Pasal 39).

Sikap Yusuf yang baik dan penyertaan Tuhan membuat ia mendapat kasih dan kepercayaan tuannya. Ia mendapat kuasa atas rumahnya dan segala miliknya. Ibarat dalam sebuah perusahaan, Yusuf mendapatkan Kuasa Direksi untuk mengatur seluruh isi rumah itu dan kekayaan ownernya.

Namun perjalanan Yusuf walaupun dalam penyertaan Tuhan tidaklah luput dari masalah. Justru masalah paling berat harus dihadapinya. Ia harus bertahan melawan godaan istri tuannya. Padahal biasanya di masa muda, hasrat itu pasti besar. Ia berusaha menjaga kepercayaan yang dipegangnya dan yang terpenting adalah ia tidak mau berdosa kepada Allah (ayat 9).

Kemudian Yusuf difitnah oleh istri Potifar yang membuat ia masuk penjara.

Sekali lagi, karena penyertaan Tuhan membuat Yusuf menjadi kesayangan kepala penjara. Ia diberi kepercayaan seluruh tahanan di dalam penjara, padahal ia juga seorang tahanan. Sekali lagi ia mendapatkan Kuasa Direksi.

Jadi apa sebabnya Yusuf selalu mendapatkan kepercayaan dimanapun ia berada? YA, Penyertaan Tuhan dan Kasih Karunia Tuhan.

Apakah Yusuf orang pintar? Tidak disebutkan. Apakah Yusuf orang hebat, seorang leader hebat? Tidak juga disebutkan. Pasti karena sikap keseharian Yusuf dan kedekatannya dengan Tuhan sehingga Tuhan pun menyertainya.

Apakah kita bisa menjadi seperti Yusuf? Yang bisa mendapatkan kepercayaan dimanapun kita berada? Mau mendapat Kuasa Direksi? YA, pasti bisa.

Jika kita senantiasa mendekat pada Tuhan dan hidup sesuai perintah-perintahNya. Maka Kasih Karunia Tuhan akan senantiasa menyertai hidup kita. Maka kita akan meniti karir bersama Tuhan. Lalu apakah kita akan bebas dari masalah? Tentu saja tidak, bahkan mungkin malah bertambah. Tapi kita akan mendapatkan Damai Sejahtera ditengah masalah yang kita hadapi. Kita akan bisa melihat jalan yang Tuhan berikan bagi kita.

Membaca Alkitab setiap hari, merenungkan dan melakukannya, berdoa – berdialog dengan Tuhan akan mendekatkan kita dengan Tuhan.

Apakah kita sudah punya kebiasaan untuk membaca Alkitab setiap hari?

Apakah kita sudah punya kebiasaan berdoa setiap hari?

#iLoveMyBible

Advertisements